
Sharifa Amani bersama Ekky Imanjaya
Ibarat Barry Prima dengan Jaka Sembung, karakter Orked dari film-film Yasmin Ahmad melekat erat dengan Sharifah Amani binti Syed Zainal Rashid Yahya. Ia memang memerankan karakter sentral itu di Sepet dan Gubra, dan sempat muncul di Mukhsin. Yasmin pun mendakunya bermain di Muallaf, dan akhirnya memperkerjakannya sebagai asisten sutradara di Talentime. Tidak hanya itu, keluarganya juga sering bermain di film-film Kak Min. Sang kakak (Sharifah Aleya) bermain sebagai Mak Inom di Mukhsin, dan adiknya (Sharifah Aryana) sebagai Orked. Di Muallaf, giliran si kecil Sharifah Aleysha yang main, berduet dengannya. Bagaimana pandangannya tentang Yasmin, masa depan, dan kemungkinan dirinya membuat film.
Memang, Kak Min tak tergantikan. Namun, siapakah filmmaker Malaysia yang bisa mengungkapkan dan menjadi suara Malaysia seperti Yasmin?
Yasmin memang tidak bisa dibandingkan dengan yang lain. Namun, yang saya lihat bisa menjadi suara Malaysia selanjutnya adalah Ho Yuhang. Karena, film-filmnya terbukti mendapat perhatian dari festival internasional. Tapi beda keduanya itu hitam putih. Yasmin sangat optimistik sedangkan Yuhang pesimistik.
Anda menjadi asisten sutradara di Talentime. Adakah rencana menjadi sutradara?
Tentu saja saya mau. Bahkan sekarang saya sudah ada tiga cerita, tapi belum diapa-apakan. Saya ini kurang disiplin, hehehe. Di satu sisi, ada beban bagi saya, karena selama ini saya dianggap sebagai anaknya Yasmin Ahmad. Saya agak terbebani jika disamakan dengan Yasmin. Suatu hari saya tidak akan takut lagi dan akan meneruskan segala yang telah dirintis Yasmin. Saya berencana membuat film yang melibatkan kakak dan adik-adik saya. Kan enak, lebih murah karena mereka tidak dibayar, hehehe.
Apakah ingin berakting di film Indonesia?
Tentu saja. Indonesia dan Malaysia itu punya banyak persamaan dan juga perbedaan. Saya ingin tahu tentang hal itu semua. Joko Anwar sempat menawari saya untuk bermain di filmnya, dan dia memberikan DVD-nya pada saya. Tapi saya tidak tahu apakah itu tawaran serius atau tidak (tertawa kecil).
Siapakah sutradara film Indonesia yang kamu inginkan untuk mengarahkanmu?
Ada dua: Nia Dinata dan Riri Riza. Mengapa Riri, karena saya sudah lama mendengar namanya sering dibahas di Indonesia dan juga Malaysia. Saya ingin membuktikan apakah pernyataan orang selama ini benar atau hanya obrolan saja. Nia adalah sosok feminis dan berani. Yasmin juga dikenal sebagai orang yang berani. Dan saya pun berani. Saya tidak mau berperan sebagai perempuan yang disepak-sepak atau korban semata.
Apa film terbaru Anda yang akan beredar?
Ada satu telemovie (FTV) tentang anak yang hilang 19 hari di hutan. Seru banget deh pokoknya, banyak cabaran (rintangan) juga. Untuk di pawagam (bioskop) saya muncul sebagai Bawang Merah dalam film tentang kisah dongeng fantasi macam Alice in Wonderland.
* * *












