
Pak Atan with Mak Inom
INTRODUCTION
“Entertainment and enlightenment are ideally (if often deviously) interconnected.” —JONATHAN ROSENBAUM [1]
With the emergence of the novel in the 16th century, storytelling took a new turn. Those unhappy with the world began to express themselves with the written word. Gulliver’s Travels by Jonathan Swift was in reality, a veiled attack on certain people at the time who felt that they were above others intellectually. Putera Gunung Tahan by Pak Sako, made fun of the British colonialists via a fantasy tale. Nevertheless, both these stories have been entertaining, and for discerning readers – enlightening. As Rosenbaum has remarked, entertainment and enlightenment can actually be bedfellows. That is what art needs to be if it is intended to reach the masses. SELENGKAPNYA »

Sharifa Amani bersama Ekky Imanjaya
Ibarat Barry Prima dengan Jaka Sembung, karakter Orked dari film-film Yasmin Ahmad melekat erat dengan Sharifah Amani binti Syed Zainal Rashid Yahya. SELENGKAPNYA »

Liew Seng Tat (kanan) bersama Edwin
Liew Seng Tat jelas punya selera humor yang tidak biasa. Dia menangkap kelucuan seorang gadis kecil yang ogah-ogahan dalam sebuah parade taman kanak-kanak di dokumenter pendeknya, Matahari. Hal yang mungkin terabaikan dari pandangan kita di tengah kerumunan anak-anak.
Di tengah kebosanan menunggu syuting film karya seorang rekannya, Seng Tat iseng bikin cerita tentang pria dengan 4 tangan dan 4 kaki di Man In Love. Film-film pendeknya memang tidak lantas bikin kita terbahak-bahak tapi pasti bikin kita tertawa geli dan geleng-geleng kepala sambil bergumam: “ada-ada saja…”. SELENGKAPNYA »
Dalam kamus orang film, khususnya yang terbiasa syuting untuk iklan TV, ada istilah “momen emas” (golden moment). Biasanya, momen emas itu ditujukan pada adegan-adegan yang memiliki efek maksimal, dalam situasi yang lazimnya spontan atau tak bisa direkayasa. Biasanya juga, momen emas ini menyangkut syuting yang menokohkan dua makhluk paling sukar diatur untuk syuting: anak-anak, dan hewan.
Flower in The Pocket , karya panjang pertama Liew Seng Tat, memberdayakan keduanya: anak-anak, dan, pada beberapa bagian, anak anjing yang imut. Para pembuat film iklan patut iri pada Liew di film ini: ia berhasil mendapatkan momen emas banyak sekali. SELENGKAPNYA »

Muallaf (2007), Dir: Yasmin Ahmad
“Hus! Hati-hati bicara! Banyak pengikut Wahabi di sekitar sini,” ungkap Ana (Sharifah Amani) kepada adiknya, Ani (Sharifah Aleysha), dan guru sang adik, Brian (Brian Yap), saat berdiskusi bebas tentang penafsiran kitab suci. Itu adalah salah satu adegan dari film terbaru Yasmin Ahmad, Muallaf.
Adegan lain tak kalah nakal. Miss Siva memukuli Ani di depan kelas. Guru sekolah Katolik itu tak tahan karena muridnya acap mengucapkan kutipan dan nomor-nomor tak jelas. Puncaknya, saat ia menyuruh seluruh kelasnya menggambar gajah, Rohani (nama panjang gadis Melayu itu), malah menggambar bunga. Dan saat dirotan, Ani malah meneriakkan berulang-kali sebuah nomor: 105:1. SELENGKAPNYA »
Situs RumahFilm.Org dioperasikan dan dikelola oleh Rumah Film Indonesia, perhimpunan yang bergerak memajukan kajian dan telaah yang berkait dengan film Indonesia. Di situs ini, Anda akan menemukan kabar terkini di seputar Industri film Indonesia, gallery foto, trivia, profile bioskop, review film-film Indonesia (dan dunia) terbaru, juga kajian dan riset mendalam tentang film Indonesia.
SELENGKAPNYA »Kritik, saran, sumbangan artikel dan tulisan lain hubungi: redaksi@rumahfilm.org
Alamat Redaksi:
Jalan Puskesmas No. 99 Jakarta 13880 Indonesia
Telp. +62-81399321808
