
Liew Seng Tat (kanan) bersama Edwin
Liew Seng Tat jelas punya selera humor yang tidak biasa. Dia menangkap kelucuan seorang gadis kecil yang ogah-ogahan dalam sebuah parade taman kanak-kanak di dokumenter pendeknya, Matahari. Hal yang mungkin terabaikan dari pandangan kita di tengah kerumunan anak-anak.
Di tengah kebosanan menunggu syuting film karya seorang rekannya, Seng Tat iseng bikin cerita tentang pria dengan 4 tangan dan 4 kaki di Man In Love. Film-film pendeknya memang tidak lantas bikin kita terbahak-bahak tapi pasti bikin kita tertawa geli dan geleng-geleng kepala sambil bergumam: “ada-ada saja…”. SELENGKAPNYA »
Dalam kamus orang film, khususnya yang terbiasa syuting untuk iklan TV, ada istilah “momen emas” (golden moment). Biasanya, momen emas itu ditujukan pada adegan-adegan yang memiliki efek maksimal, dalam situasi yang lazimnya spontan atau tak bisa direkayasa. Biasanya juga, momen emas ini menyangkut syuting yang menokohkan dua makhluk paling sukar diatur untuk syuting: anak-anak, dan hewan.
Flower in The Pocket , karya panjang pertama Liew Seng Tat, memberdayakan keduanya: anak-anak, dan, pada beberapa bagian, anak anjing yang imut. Para pembuat film iklan patut iri pada Liew di film ini: ia berhasil mendapatkan momen emas banyak sekali. SELENGKAPNYA »
Situs RumahFilm.Org dioperasikan dan dikelola oleh Rumah Film Indonesia, perhimpunan yang bergerak memajukan kajian dan telaah yang berkait dengan film Indonesia. Di situs ini, Anda akan menemukan kabar terkini di seputar Industri film Indonesia, gallery foto, trivia, profile bioskop, review film-film Indonesia (dan dunia) terbaru, juga kajian dan riset mendalam tentang film Indonesia.
SELENGKAPNYA »Kritik, saran, sumbangan artikel dan tulisan lain hubungi: redaksi@rumahfilm.org
Alamat Redaksi:
Jalan Puskesmas No. 99 Jakarta 13880 Indonesia
Telp. +62-81399321808
