OPEN SUBMISSION!
OK. Video FLESH – 5th Jakarta International Video Festival 2011
Exhibition / Competition / Discussion / Public Program
6 – 17 October 2011 / National Gallery of Indonesia, Jakarta
CALL FOR ENTRIES / PENDAFTARAN KARYA VIDEO
OK. Video Festival 2011 conceives flesh as a metaphor of biological entity of the human body that transforms into digital entity (images, sounds, texts) through the advancement of audiovisual technology. It also represents video that progressively shows its organic characters: grow in virtual sphere across the dimensional and temporal boundaries, metamorphoses into various medium and consistently reproduces itself by the reason of virality. This phenomena is continuously celebrated by the contemporary society within the progression of information and communication technology.
The festival invites public to discuss various questions: how far this kind of new flesh interacts with social, political and cultural aspects? Are we really celebrating democracy or is it just another virtual euphoria? How does the intersection between private and public domain continuously expand and shift? How do social and power structure cope with these changes? Thus, what are the consequences in relation with the discourses of history, tradition, religion, urban and rural culture, popular culture, mass media, sexuality, identity and violence? OK. Video placed these phenomena as a possibility to be celebrated, read, and interpreted critically.
OK. Video Festival focuses on non-narratives video works and opens for reconstructions, recording manipulations and an array of experiments of the audiovisual language. We accept video works with various approaches. Three best video works will be rewarded and announced at the opening ceremony of OK. Video FLESH – 5th Jakarta International Video Festival 2011.
download registration form: http://okvideofestival.org/
OK. Video FLESH melihat daging sebagai metafora dari entitas biologis tubuh manusia yang berubah menjadi entitas digital (citraan, suara, teks) melalui perkembangan teknologi audiovisual. Ia juga merepresentasikan video yang semakin memperlihatkan sifat-sifat organik: tumbuh dan berkembang di dalam ruang virtual yang melampaui batas spasial dan temporal, bertransformasi ke dalam berbagai medium, dan terus-menerus bereproduksi karena sifatnya yang viral. Fenomena ini terus dirayakan oleh masyarakat dalam beberapa tahun terakhir melalui perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Festival ini mengajak siapapun untuk sama-sama merefleksikan berbagai pertanyaan: sejauh mana video dalam sifatnya yang organik bersinggungan dengan aspek sosial, politik, dan budaya kontemporer? Apakah masyarakat sedang betul-betul merayakan demokrasi atau sekadar ilusi virtual?, bagaimana persilangan antara yang privat dan yang publik terus bergerak dan berkembang?, bagaimana sistem sosial dan kekuasaan berhadapan dengan perubahan?, konsekuensi apa yang kemudian terjadi dalam kaitannya dengan isu sejarah, tradisi, agama, budaya urban dan rural, budaya populer, media massa, seksualitas, identitas, bahkan kekerasan? OK. Video menempatkan fenomena tersebut sebagai kemungkinan yang hadir untuk dirayakan, dibaca, dan dimaknai secara kritis.
OK. Video Festival fokus pada karya-karya non-naratif dan terbuka bagi rekonstruksi, manipulasi rekaman, juga berbagai eksperimen bahasa audiovisual. Kami menerima karya video dengan berbagai pendekatan. Tiga karya terbaik akan mendapat penghargaan khusus dan diumumkan pada pembukaan OK. Video 2011 di Galeri Nasional Indonesia.
We accept your video work(s) in a format: DVD (hardcopy) & softcopy (video Link(s) for download) / Duration 3 – 15 minutes / Production 2009 – 2011 / Deadline 31st August 2011 / Free registration fee
Kami menerima karya video dalam format: DVD (hardcopy) & data lunak (softcopy melalui tautan video untuk diunduh) / Durasi 3 – 15 menit / Produksi 2009 – 2011 / Batas waktu pengiriman 31 Agustus 2011 / Pendaftaran karya gratis
download registration form: http://okvideofestival.org/
Kesempatan terbuka lebar bagi setiap orang yang ingin terjun di dunia film. Tujuh orang yang berkecimpung di dunia film tergerak untuk mengadakan FISFiC (Fantastic Indonesian Short Film Competition) yang dimulai Jumat, 20 Mei. Mereka adalah Joko Anwar (Penulis/Sutradara Janji Joni, Arisan, Kala, Pintu Terlarang, ONROP!), Rusli Eddy (Direktur Indonesia International Fantastic Film Festival/INAFFF), Gareth Evans (Sutradara Merantau, Serbuan Maut), Timo Tjahjanto & Kimo Stamboel-The Mo Brothers (Sutradara Rumah Dara), Sheila Timothy (Producer LifeLike Pictures,Pintu Terlarang), dan Ekky Imanjaya (Binus School of Film, Rumahfilm.org). SELENGKAPNYA »
Situs RumahFilm.Org dioperasikan dan dikelola oleh Rumah Film Indonesia, perhimpunan yang bergerak memajukan kajian dan telaah yang berkait dengan film Indonesia. Di situs ini, Anda akan menemukan kabar terkini di seputar Industri film Indonesia, gallery foto, trivia, profile bioskop, review film-film Indonesia (dan dunia) terbaru, juga kajian dan riset mendalam tentang film Indonesia.
SELENGKAPNYA »Kritik, saran, sumbangan artikel dan tulisan lain hubungi: redaksi@rumahfilm.org
Alamat Redaksi:
Jalan Puskesmas No. 99 Jakarta 13880 Indonesia
Telp. +62-81399321808
