
The Tarix Jabrix (2008), Dir: Iqbal Rais
Seekor kucing di tengah jalan bisa berarti banyak buat hidup seseorang. Ia menyebabkan Valdin yang sedang balapan mendadak mengerem motor sportnya. Valdin pun terlempar ke rerumputan di tepi jalan. Ia kalah. Menanglah pemuda kerempeng berjuluk Cacing pada balapan jalanan itu. Selain kehilangan harga diri, Valdin tak boleh lagi mendekati Callista, perempuan cantik kebule-bulean yang jadi rebutan. Agak basi memang, cerita semacam ini sehingga saya tak merasa sedang melakukan pembocoran jalan cerita ketika memberitahu Anda, para pembaca. SELENGKAPNYA »

Otomatis Romantis (2008), Dir: Guntur Soeharjanto
Ini adalah sebuah film dengan premis terlaksananya mimpi basah lelaki ndeso seperti Tukul Arwana: andai orang desa macam Tukul akhirnya bisa beristri perempuan secantik Wulan Guritno atau Marsha Timoty.
Tentu saja karena film, sebagaimana kata Carl Gustav Jung, adalah perwujudan dari segala mimpi yang tak bisa terjadi di dunia nyata, maka jika kita bisa bikin film, berikan saja mimpi semacam itu. Seperti lewat drama TV Ujang Pantry, penulis skenario Monty Tiwa punya bahan bagus sekali ketika Tukul Arwana mau main film.
Tukul dalam kehidupan nyata adalah semacam mimpi basah yang terwujud itu. Apatah lagi yang diharapkan oleh orang seperti Tukul yang sekarang ini merupakan penampil TV dengan bayaran paling tinggi di Indonesia. Maka Otomatis Romantis bagaikan sebuah rekonstruksi atas semacam mimpi basah itu, untuk soal berbeda. SELENGKAPNYA »

Kawin Kontrak (2008), Dir: Ody C. Harahap
Film ini amoral. Saya tidak sedang memberi penghakiman moral, tapi semata menggambarkan keadaan. Kawin Kontrak, karya Ody C. Harahap (Bangsal 13, Selamanya) produksi MVP Pictures ini memang, sengaja atau tidak, menciptakan sebuah dunia dengan moral vacuum atau kekosongan moral. Film ini terlihat sangat ingin mengadaptasi American Pie, dengan latar tempat di sebuah desa di kawasan Puncak, Jawa Barat. American Pie memang sangat eksplisit. Tapi jebulnya, komedi seks yang sangat populer di Amerika itu toh menyimpan kehangatan moralistik yang menarik. Tak seperti film ini. SELENGKAPNYA »

Quickie Express (2007), Dir: Dimas Djayadiningrat
Jojo: “Anjing!”
Om Mudakir: “Masya Allah!”
Dan apakah “Warkop”? SELENGKAPNYA »
Ini adalah kisah Cinderella di sebuah kampung besar bernama Jakarta. Sebagaimana sebuah kota besar di dunia ketiga, lanskap Jakarta adalah pemisahan sosial yang tegas. Di balik dinding kompleks perumahan mewah, terletaklah pemukiman kumuh dengan atap-atap yang bertemu dan suara tetangga yang menyerobot masuk tanpa diminta. Lebih penting lagi, penghuninya: para pengangguran frustrasi. SELENGKAPNYA »
Situs RumahFilm.Org dioperasikan dan dikelola oleh Rumah Film Indonesia, perhimpunan yang bergerak memajukan kajian dan telaah yang berkait dengan film Indonesia. Di situs ini, Anda akan menemukan kabar terkini di seputar Industri film Indonesia, gallery foto, trivia, profile bioskop, review film-film Indonesia (dan dunia) terbaru, juga kajian dan riset mendalam tentang film Indonesia.
SELENGKAPNYA »Kritik, saran, sumbangan artikel dan tulisan lain hubungi: redaksi@rumahfilm.org
Alamat Redaksi:
Jalan Puskesmas No. 99 Jakarta 13880 Indonesia
Telp. +62-81399321808
