
Pintu Terlarang (2008), Dir: Joko Anwar
Hanya karena dia memandang kamera, bukan berarti dia sedang bicara padamu!
(Dandung, Pintu Terlarang)
1.
Membaca film ini harus dimulai dari membaca Joko Anwar, sang sutradara dan penulis film ini. Dari keseluruhan karya Joko sejauh ini, termasuk karya-karya skenarionya yang disutradarai oleh orang lain (seperti fiksi., Quickie Express, dan Jakarta Undercover), segera tampak sebuah paradoks jarak. SELENGKAPNYA »

Takut
INT. RUANG MAKAN – MALAM
Delapan orang duduk mengelilingi meja makan di sebuah ruangan yang telalu besar dengan lilin berpendar-pendar. Penerangan tidak begitu baik sehingga kita tidak dapat melihat wajah mereka dengan jelas. Hanya satu orang, yang duduk di paling ujung, wajahnya terlihat. Bayang-bayang lekuk mukanya menari liar, seiring lilin di dekatnya yang selalu gelisah. Dia angkat bicara.
Selamat datang, kawan-kawanku tercinta. SELENGKAPNYA »

Kado Hari Jadi (2008), Dir: Paul Agusta
Sebaik apapun film horor, mistis atau slasher, dalam soal karakterisasi ia akan selalu formulaik. Jika itu film tentang arwah penasaran dan mencari korban, pasti si hantu akan mencari korban yang memiliki ciri spesifik yang mirip dengan orang yang dulu membunuh atau memperkosanya—atau memang langsung mencari pelakunya sendiri. Jika film itu tentang sekelompok anak yang nekat memasuki rumah kosong tempat sang hantu bersemayam, pasti mereka akan mati satu-satu dengan cara yang nyeleneh, dan rekaman perjalanan mereka nantinya akan dinikmati oleh kita yang masih hidup di tempat lain.
Si korban, atau si anak-anak ingusan petualang itu agaknya tidak pernah bersalah—toh, ini hanya soal kesamaan dan kebetulan saja mereka sedang sial. Andaikata mereka bersalah di masa lalu pun, pembalasan dendam si demit terasa lebih kejam dari yang semestinya. Pendeknya, personifikasi si pembunuh—atau penyiksa—dengan gaun putih yang melayang-layang, wajah dingin, lumuran darah atau gergaji mesin tidak pernah membuat kita, sebagai penonton, simpatik. Saat ia muncul sebagai pembunuh yang haus darah, kita kehilangan kesempatan untuk mengetahui motif mengapa ia membunuh. Terkadang pula, sang korban tidak tahu mengapa ia pantas diburu. Hanya penonton yang tahu, namun sayangnya, si monster tetap tampil impersonal dan melampai manusia sehingga kita tetap bersimpati pada si korban.
Tapi tidak ada hantu di Kado Hari Jadi. SELENGKAPNYA »

Jelangkung 3 (2008), Dir: Angga Dwimas Sasongko
Yodi (Andrew Roxbrough) ditinggalkan di tepi jalan oleh dua sahabatnya, Patra (Reza Pahlevi) dan Kris (Mita Griselda). Ia bagai anak domba berteriak kepada kawanannya ‘ada srigala!’ dan ketika srigala benar-benar datang, tak satupun percaya padanya. Si anak domba itu ditinggalkan oleh kawanannya.
Malang bagi Yodi. Srigala benar-benar datang kepadanya. Peristiwanya terjadi sesudah ia dan dua sahabatnya menonton film Jelangkung, film keluaran tahun 2001 yang disutradarai Jose Purnomo dan Rizal Mantovani. Yodi tak percaya takhyul. Ia keturunan bule dan memuja pikiran yang logis. Maka ia tak percaya bahwa deretan bangku kosong di bioskop adalah tumbal untuk film itu. Yodi pun memaksa duduk di deretan bangku yang kosong itu. Dan lalu ia bernasib sial. SELENGKAPNYA »

The Wall, Misteri di Balik Tembok, Dir: Kumar Parek
Salah satu misteri terbesar sains yang kini ramai diulik adalah bagaimana pikiran bekerja. Saya pikir, bahkan Steven Pinker, ahli sains pikiran paling pe-de saat ini untuk merasa tahu jawaban misteri itu, pun akan ternganga-nganga melihat cara kerja pikiran para pembuat film horor Indonesia macam The Wall.
Situs RumahFilm.Org dioperasikan dan dikelola oleh Rumah Film Indonesia, perhimpunan yang bergerak memajukan kajian dan telaah yang berkait dengan film Indonesia. Di situs ini, Anda akan menemukan kabar terkini di seputar Industri film Indonesia, gallery foto, trivia, profile bioskop, review film-film Indonesia (dan dunia) terbaru, juga kajian dan riset mendalam tentang film Indonesia.
SELENGKAPNYA »Kritik, saran, sumbangan artikel dan tulisan lain hubungi: redaksi@rumahfilm.org
Alamat Redaksi:
Jalan Puskesmas No. 99 Jakarta 13880 Indonesia
Telp. +62-81399321808
