Cahit Tomruk tinggal di Hamburg. Ia lahir tahun 1960 dan memasang poster Siouxsie and The Banshees di kamarnya. Punk belum mati bagi Cahit; sekalipun hidupnya sendiri tampak sudah. Sebagai seorang imigran Turki di Jerman, Cahit bukan orang kaya. Ia bekerja sebagai pemungut botol kosong di sebuah bar. Tak ada yang istimewa malam itu kecuali sebuah rutin bagi seorang yang self-destructive seperti Cahit. Pulang kerja, minum di bar, menolak undangan Maren, kencan regulernya, dan menendangi pelanggan bar lain yang meledeknya.
Lalu ia menabrakkan mobilnya ke dinding. Berikutnya: rumah sakit.
Di sanalah ia bertemu Sibel, perempuan 23 tahun yang punya semacam suicidal-tendency. Kalimat pertama yang diucapkan Sibel kepada Cahit adalah: will you marry me? SELENGKAPNYA »
Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.
Situs RumahFilm.Org dioperasikan dan dikelola oleh Rumah Film Indonesia, perhimpunan yang bergerak memajukan kajian dan telaah yang berkait dengan film Indonesia. Di situs ini, Anda akan menemukan kabar terkini di seputar Industri film Indonesia, gallery foto, trivia, profile bioskop, review film-film Indonesia (dan dunia) terbaru, juga kajian dan riset mendalam tentang film Indonesia.
SELENGKAPNYA »Kritik, saran, sumbangan artikel dan tulisan lain hubungi: redaksi@rumahfilm.org
Alamat Redaksi:
Jalan Puskesmas No. 99 Jakarta 13880 Indonesia
Telp. +62-81399321808
