Yang paling menggelikan dalam pemutaran kembali Opera Jawa September 2007 ini adalah jenis penghargaan Festival Film Indonesia 2006 kepada film ini: ”Skenario Terbaik”. (Kita tahu, pada tahun tersebut FFI memberi anugerah film terbaik pada Ekskul yang kemudian membuat heboh itu.)
Opera Jawa sama sekali bukan film yang bertumpu pada skenario. Ceritanya sederhana –garis besar kisah Ramayana dengan plesetan (atau, lebih gagah, ”kontekstualisasi”) di sana-sini. Dialog-dialognya lebih sederhana lagi –pernyataan-pernyataan keadaan atau gagasan yang lempang, langsung, tak halus atau dibungkus-bungkus. Hanya, ungkapan-ungkapan teramat verbal itu diucapkan dalam Bahasa Jawa dan 99% secara nembang karena hakikatnya ini opera (ergo judul ”Opera Jawa”). Film ini sepenuhnya bertumpu pada permainan bentuk, bukan pada naskah atau cerita. SELENGKAPNYA »
Situs RumahFilm.Org dioperasikan dan dikelola oleh Rumah Film Indonesia, perhimpunan yang bergerak memajukan kajian dan telaah yang berkait dengan film Indonesia. Di situs ini, Anda akan menemukan kabar terkini di seputar Industri film Indonesia, gallery foto, trivia, profile bioskop, review film-film Indonesia (dan dunia) terbaru, juga kajian dan riset mendalam tentang film Indonesia.
SELENGKAPNYA »Kritik, saran, sumbangan artikel dan tulisan lain hubungi: redaksi@rumahfilm.org
Alamat Redaksi:
Jalan Puskesmas No. 99 Jakarta 13880 Indonesia
Telp. +62-81399321808
