Candil Seuriues: Komedi itu Susah

Oleh Ekky Imanjaya | 21.01.2009| Komentar (0)

Kawin Laris

Rocker Candil dan komedi ibarat perangko dan amplop, tak terpisahkan. Di dunia musik, bersama Seurieus, ia sudah menunjukkan semangat humor nan tinggi sejak 1993. Bagaimana dengan dunia film? Setelah menjadi cameo di Tabrix Jabrix dan Asoy Geboy, mantan vokalis Seuriues itu kebagian peran pembantu di film terbaru karya Cassandra Massardi, Kawin Laris.

“Saya berperan sebagai Mamud, asisten penghulu Deon yang diperankan Vincent Club 80s” ungkapnya kepada Rumahfilm.org. Ia kebagian peran dalam kelompok penghulu korup, melawan penghulu lurus dalam memperebutkan seorang klien calon presiden anak seorang jendral (Udjo) yang akan menikah dengan artis terkenal (Nana Mirdad).

Candil menyatakan, ia menerima peran itu karena kebagian peran gila-gilaan di sana, cocok dengan karakternya. “Jangan kasih peran yang jaim atau sedih deh,” tuturnya. Walau begitu, menurutnya, genre komedi itu susah, “karena apa yang kita anggap lucu, belum tentu dirasakan lucu juga oleh orang lain,” katanya. Ia mencontohkan video klip Seurieus yang dianggap cupu oleh beberapa orang karena selera humor yang berbeda.

Dalam dunia komedi, Candil sangat menggemari Stephen Chow, khususnya di Kungfu Hustle dan Hail the Judge. Karena itu, di film yang mempertanyakan lembaga perkawinan itu, ia menyontoh akting Chow yang banyak slapsticknya itu. “Tapi berat juga mengikuti aktingnya”. Tapi, dalam beberapa gerakan komikal, seperti ekspresi wajah yang terkejut, pemeran bencong dalam Tarix Jabrix itu mengaku mengambilnya dari Chow. (Ekky Imanjaya)

Kredit foto: istimewa

Ekky Imanjaya

Pengajar pada Binus Film School, Universitas Bina Nusantara ini memegang dua gelas master: bidang filsafat dari UI dan film studies dari Universitet Van Amsterdam, Belanda. Ekky dikenal sebagai penulis yang produktif dan sudah menghasilkan beberapa buku dalam bidang film seperti A to Z Film Indonesia, The Backdoors of Jakarta: Jakarta and Its Social Issue in Post-Reform Indonesian Cinema dan beberapa lagi. Ekky juga menyutradarai beberapa film, seperti Macet yang mendapat penghargaan GTZ Sustainable Urban Transport Project, Thailand. Belum lama ini ia menyelesaikan film dokumenternya tentang kelompok musik Tielman Brothers.

RAMAIKAN DISKUSI

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.

banner

Twitter @rumahfilmorg

Tentang rumahfilm.org

Situs RumahFilm.Org dioperasikan dan dikelola oleh Rumah Film Indonesia, perhimpunan yang bergerak memajukan kajian dan telaah yang berkait dengan film Indonesia. Di situs ini, Anda akan menemukan kabar terkini di seputar Industri film Indonesia, gallery foto, trivia, profile bioskop, review film-film Indonesia (dan dunia) terbaru, juga kajian dan riset mendalam tentang film Indonesia.

SELENGKAPNYA »

ALAMAT KONTAK

Kritik, saran, sumbangan artikel dan tulisan lain hubungi: redaksi@rumahfilm.org

Alamat Redaksi:
Jalan Puskesmas No. 99 Jakarta 13880 Indonesia
Telp. +62-81399321808