18 Apr – 20 Apr 2011
Salah satu tokoh perfilman yang paling menonjol di Eropa Timur adalah Krzysztof Kieslowski. Ia lahir di Warsawa, Polandia, 27 Juni 1941. Ia mengalami pahit getirnya hidup pada masa penjajahan Hitler dan periode kekuasaan komunis, Tahun 1965 ia akhirnya berhasil masuk ke Sekolah Film Lods setelah beberapa kali ditolak. Sekolah inilah yang melahirkan sutradara terkemuka seperti Roman Polanski dan Andrzej Wajda.
Kieslowski mulai dengan film-film dokumenter, karena film jenis inilah yang memungkinkan untuk diproduksi di Polandia yang sedang dikontrol ketat oleh rezim komunis pada dekade 1960-1970an. Baru tahun 1975 ia membuat film drama TV. Film cerita panjangnya untuk bioskop yang pertama adalah The Scar (1976). Disusul film Camera Buff (1979) yang memperoleh penghargaan tertinggi di Festival Film Moskwa dan Blind Chance (1981) yang mulai secara terbuka mengkritik kontrol penguasa komunis. Selepas darurat militer tahun 1981-1982 dan sulitnya memperoleh suplai roll film, Kieslowski tahun 1984 menghasilkan film No End. Setelah itu ia sempat absen beberapa tahun. Baru tahun 1988 ia memperoleh proyek untuk membuat film seri TV The Decalogue yang didasarkan pada Sepuluh Perintah Allah. Mengawali produksi film seri itu, Kieslowski menciptakan dua film, yaitu A Short Film About Killing dan A Short Film About Love. Film pertama memperoleh Jury Prize di Festival Film Cannes tahun 1988.
Dengan tumbangnya rezim komunis di seluruh Eropa timur dan naiknya Solidaritas di Polandia pada 1989, Polandia menjadi negara bebas sejak akhir Perang Dunia II. Karena sulitnya perekonomian Polandia, Kieslowski pindah ke Perancis. Di negeri ini tahun 1991 ia merampungkan The Double Life of Veronique yang memperoleh sukses global. Tahun 1993 ia mulai menyutradarai film pertama trilogi Tiga Warna-nya yang monumental (yang didasarkan pada tiga warna bendera Perancis), yaitu Blue dengan pemeran utama Juliette Binoche. Film yang dinilai sebagai meditasi kemerdekaan ini memenangkan beberapa Cesar Award (penghargaan Perancis yang setara Oscar) dan dinominasikan untuk beberapa Golden Globe Award. Tahun 1994 disusul film kedua, White, sebuah esai tentang persamaan dan dibintangi Julie Delphy, yang menghasilkan Silver Bear Award untuk penyutradaraan Kieslowski. Betapapun, adalah film terakhirnyalah, Red yang menghantar Kieslowski memperoleh penghargaan terbesar. Film yang bertema persaudaraan ini dibintangi Irene Jacob, bintang cantik yang juga membintangi The Double Life of Veronique. Selain memperoleh nominasi Cesar dan Golden Globe, Kieslowski juga dinominasikan di Academy Award untuk Sutradara Terbaik.
Ironisnya, pada puncak kariernya ini, Kieslowski mengumumkan pengunduran dirinya dari perfilman. Dikabarkan ia sebenarnya mempertimbangkan untuk kembali ke perfilman dengan proyek trologi kedua tentang surga, neraka, dan api pencucian. Namun tragisnya pada 13 Maret 1996 ia meninggal di meja operasi rumah sakit karena serangan jantung justru ketika ia masuk ke rumah sakit untuk menjalani operasi bedah jantung terbuka.
Untuk mengenang 15 tahun kepergian sutradara besar ini, Bentara Budaya Jakarta (BBJ) akan memutar sembilan film Kieslowski secara retrospektif pada 18-20 April 2011. Akan tampil sebagai pembahas, Noorca M Massardi pada hari kedua pemutaran.
Senin, 18 April 2011
Jam 15.00 Camera Buff
Jam 17.00 Blind Chance
Jam 19.00 No End
Selasa, 19 April 2011
Jam 15.00 A Short Film About Killing
Jam 16.30 A Short Film About Love
Jam 18.00 Diskusi bersama Noorca M Massardi
Jam 19.00 The Double Life of Veronique
Rabu, 20 April 2011
Jam 15.00 Blue
Jam 17.00 White
Jam 19.00 Red












