Dalam hal industri film, Indonesia termasuk yang beruntung sudah memiliki infrastruktur. Di Indonesia, sejumlah rumah produksi aktif membuat film dan menghasilkan banyak judul film dalam setahun. Bandingkan dengan Lebanon misalnya. Konflik seperti sudah jadi menu sehari-hari dalam kehidupan masyarakat Lebanon. SELENGKAPNYA »
Salah satu kegiatan Jafar Panahi selama menunggu keputusan bandingnya adalah menjaga iguana. Putrinya yang sedang belajar di Paris sering menelpon, mengingatkan Jafar untuk tak lupa memberi makan iguana yang sering bermanja-manja di lengan Jafar. Di salah satu adegan dalam film In Film Nist, Jafar terlihat kesal karena si iguana ogah membuka mulut. Penonton dibuat tertawa ketika Jafar terpaksa menolak menjaga anjing tetangganya karena si anjing membuat iguana kabur ketakutan. Melihat Jafar Panahi di In Film Nist, seperti menjawab pertanyaan semua orang, bagaimana nasib Jafar Panahi di Iran sana? Dalam In Film Nist, Jafar seperti ingin memberi kabar, bahwa ia baik-baik saja dan sedang terus berjuang untuk bebas. SELENGKAPNYA »

Sharifa Amani bersama Ekky Imanjaya
Ibarat Barry Prima dengan Jaka Sembung, karakter Orked dari film-film Yasmin Ahmad melekat erat dengan Sharifah Amani binti Syed Zainal Rashid Yahya. SELENGKAPNYA »

Tiga sang pemimpi dalam Sang Pemimpi
Film Laskar Pelangi memecahkan Rekor Penonton terbanyak film Indonesia. Tapi setelah itu apa? Apa yang dikejar oleh Sang Pemimpi? Angka yang lebih besar? Pada penonton, pada biaya, atau pada apa? Dua produser Sang Pemimpi memberi jawaban. SELENGKAPNYA »

Liew Seng Tat (kanan) bersama Edwin
Liew Seng Tat jelas punya selera humor yang tidak biasa. Dia menangkap kelucuan seorang gadis kecil yang ogah-ogahan dalam sebuah parade taman kanak-kanak di dokumenter pendeknya, Matahari. Hal yang mungkin terabaikan dari pandangan kita di tengah kerumunan anak-anak.
Di tengah kebosanan menunggu syuting film karya seorang rekannya, Seng Tat iseng bikin cerita tentang pria dengan 4 tangan dan 4 kaki di Man In Love. Film-film pendeknya memang tidak lantas bikin kita terbahak-bahak tapi pasti bikin kita tertawa geli dan geleng-geleng kepala sambil bergumam: “ada-ada saja…”. SELENGKAPNYA »

Claudia Jasmine
Pertanyaan Pertama:
Bisakah Anda jelaskan, kenapa film Anda penting?
Para Sineas 9808
Prima Rusdi (Insiator dan koordinator Proyek Payung):
Menurut saya, siapapun yang punya jiwa ‘pembuat film’ kadang dijangkiti virus ‘kita harus buat film A atau B’. Karena kita yakin ada kebutuhan untuk menonton jenis film tertentu yang barangkali belum terjawab dari film-film yang sudah ada. Film ini lalu menjadi penting karena buat saya pribadi, saya melihat sisi lain dari hubungan penonton-pembuat film. Bahwa penonton juga punya suara, dan suara mereka layak kita dengar. Saya salut dengan kualitas penonton film ini, baik di sejumlah ruang putar di Indonesia, maupun di forum seperti Pusan International Film Festival Oktober silam. Pelajaran dari film ini yang juga tak kalah penting, ‘narasi orang biasa’ ternyata luar biasa penting. Satu hal penting lainnya adalah, tiba-tiba muncul pertanyaan besar, jangan-jangan yang selama ini kerap ‘lolos’ dari perhatian kita adalah soal visi kenapa harus bikin film, karena pemahaman atau keterampilan tehnis bisa dipelajari, tapi visi mungkin harus dicari, dimaknai dan ditindak-lanjuti alias bukan berhenti di tingkatan wacana. Saya beruntung karena mereka yang terlibat di dalam Proyek Payung bisa mewujudkan visi bersama buat ‘melahirkan’ omnibus ini tanpa perlu menanggalkan keunikan masing-masing. SELENGKAPNYA »
Situs RumahFilm.Org dioperasikan dan dikelola oleh Rumah Film Indonesia, perhimpunan yang bergerak memajukan kajian dan telaah yang berkait dengan film Indonesia. Di situs ini, Anda akan menemukan kabar terkini di seputar Industri film Indonesia, gallery foto, trivia, profile bioskop, review film-film Indonesia (dan dunia) terbaru, juga kajian dan riset mendalam tentang film Indonesia.
SELENGKAPNYA »Kritik, saran, sumbangan artikel dan tulisan lain hubungi: redaksi@rumahfilm.org
Alamat Redaksi:
Jalan Puskesmas No. 99 Jakarta 13880 Indonesia
Telp. +62-81399321808
