<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>.::Rumah Film::. &#187; Kabar Sebelumnya</title>
	<atom:link href="http://new.rumahfilm.org/category/kabar-sebelumnya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://new.rumahfilm.org</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 May 2012 14:46:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Kompetisi Film Pendek Fantasi Dibuka</title>
		<link>http://new.rumahfilm.org/kabar-agenda/kompetisi-film-pendek-fantasi-dibuka/</link>
		<comments>http://new.rumahfilm.org/kabar-agenda/kompetisi-film-pendek-fantasi-dibuka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 04:16:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekky Imanjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured Kabar-Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Sebelumnya]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar-Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[fantasy]]></category>
		<category><![CDATA[film pendek]]></category>
		<category><![CDATA[fisfic]]></category>
		<category><![CDATA[genre]]></category>
		<category><![CDATA[kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://new.rumahfilm.org/?p=1493</guid>
		<description><![CDATA[Kesempatan terbuka lebar bagi setiap orang yang ingin terjun di dunia film.  Tujuh orang yang berkecimpung di dunia film tergerak untuk mengadakan FISFiC (Fantastic Indonesian Short Film Competition) yang dimulai Jumat, 20 Mei. Mereka adalah Joko Anwar (Penulis/Sutradara Janji Joni, Arisan, Kala, Pintu Terlarang, ONROP!), Rusli Eddy (Direktur  Indonesia International Fantastic Film Festival/INAFFF), Gareth Evans [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="caps"><a href="http://new.rumahfilm.org/wp-content/uploads/2011/05/kabar-2011-05-fisficfix.gif"><br />
</a>Kesempatan terbuka lebar bagi setiap orang yang ingin terjun di dunia film.  Tujuh orang yang berkecimpung di dunia film tergerak untuk mengadakan <strong><a href="http://www.facebook.com/pages/FISFiC-Fantastic-Indonesian-Short-Film-Competition/118742224870946#!/pages/FISFiC-Fantastic-Indonesian-Short-Film-Competition/118742224870946?sk=info" target="_blank">FISFiC</a> </strong>(Fantastic Indonesian Short Film Competition) yang dimulai Jumat, 20 Mei. Mereka adalah Joko Anwar (Penulis/Sutradara <em>Janji Joni, Arisan, Kala, Pintu Terlarang, ONROP!</em>), Rusli Eddy (Direktur  Indonesia International Fantastic Film Festival/INAFFF), Gareth Evans (Sutradara <em>Merantau, Serbuan Maut</em>), Timo Tjahjanto &amp; Kimo Stamboel-The Mo Brothers (Sutradara <em>Rumah Dara</em>), Sheila Timothy (Producer LifeLike Pictures,<em>Pintu Terlarang</em>), dan Ekky Imanjaya (Binus School of Film, Rumahfilm.org). <span id="more-1493"></span></p>
<p>Kompetisi ini khusus untuk genre  Fantasi (horor, thriller, sci-fi, fantasy)  dan terbuka bagi siapa saja selama belum pernah menghasilkan karya audio visual secara komersial yang pernah ditayangkan di televisi  dan bioskop.</p>
<p><a href="../wp-content/uploads/2011/05/kabar-2011-05-fisficfix.gif"><img title="kabar-2011-05-fisficfix" src="../wp-content/uploads/2011/05/kabar-2011-05-fisficfix.gif" alt="" width="600" height="914" /></a><!--more-->Peserta terdiri atas   3 orang (sutradara/penulis/produser). Satu tim cukup mengirimkan data diri (nama, jabatan, KTP, alamat, email dan telepon, portfolio) dan synopsis maksimal 600 kata ke <a href="mailto:fisfic@gmail.com">fisfic@gmail.com</a>. Director’s Treatment dan skenario utuh tidak wajib tetapi boleh disertakan. Pengumpulan sinopsis ini akan berlangsung hingga 20 Juni.</p>
<p>Akan ada 25 tim yang sinopsisnya terpilih yang diumumkan di awal Juli. Mereka akan diundang untuk mengikuti lokakarya di Binus International pada 22-23 Juli mendatang. Dari sana, akan dipilih 10 tim yang akan mendapatkan kesempatan untuk merealisasikan karya mereka ke dalam film pendek. 10 Film pendek ini akan ditayangkan di INAFFF 2011 dan media partner. Juara 1 akan diumumkan pada bulan November 2011.</p>
<p>Pemenang pertama ini diberi kesempatan untuk mendaurulang filmnya, dan akan bergabung untuk proyek omnibus bersama Joko Anwar, Mo Brothers, dan Gareth Evans yang akan diproduseri  LifeLike Pictures dan akan beredar secara komersial pada 2012.</p>
<p>Jadi, tunggu apa lagi?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://new.rumahfilm.org/kabar-agenda/kompetisi-film-pendek-fantasi-dibuka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JiFFest 11 &#8211; 2009 &#8211; Madani Film Festival: An Introduction</title>
		<link>http://new.rumahfilm.org/kabar-agenda/kabar-sebelumnya/jiffest-2009-madani/</link>
		<comments>http://new.rumahfilm.org/kabar-agenda/kabar-sebelumnya/jiffest-2009-madani/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 00:37:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Rumah Film</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Sebelumnya]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[JiFFest2009]]></category>
		<category><![CDATA[Madani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://new.rumahfilm.org/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Since the first time JIFFest was held, Islamic-themed films have always had their places in our line-ups. Islam remains one of the widely discussed subjects around the world, and films about Islam that come from both Islam-dominated countries and non-dominated ones continue to draw interests among our audiences.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="caps">Since the first time JIFFest was held, Islamic-themed  films have always had their places in our line-ups. Islam remains one  of the widely discussed subjects around the world, and films about Islam  that come from both Islam-dominated countries and non-dominated ones  continue to draw interests among our audiences.<span id="more-58"></span></p>
<p>It was not until last year that we put up a  special section on Islamic-themed films. This year, we are proud to  introduce Madani Film Festival, a special film festival on films about  Islam from around the world. The select international films in this  festival are those that touch on the lives of Muslim around the world.  The films will ideally expand and enhance general public knowledge on  different sides of Muslim unlikely displayed or heard in other media. We  believe that through films this issue will echo more in minds and  hearts of the audiences.</p>
<p>The festival, co-organized by <strong>Rumah Film</strong>,  is integrated as part of this year’s JIFFest programming selection.  However, we plan to feature this as a separate festival next year,  hoping that more audiences will discover different sides of Islamic  lives worldwide.</p>
<p>Have a good time in Madani Film Festival!</p>
<p>Check out the scheduled screening <a href="http://new.rumahfilm.org/kabar-agenda/agenda-film/madani-2009-schedule/">here</a>.</p>
<p>***</p>
<p><strong>Madani Film Festival: Sebuah Perkenalan </strong></p>
<p>Sejak pertama kali JIFFest diselenggarakan,  film-film bertema Islam hampir bisa dipastikan masuk dalam jadwal  pemutaran kami. Isu seputar Islam itu sendiri selalu menjadi pembicaraan  hangat, dan film-film tentang Islam baik dari negara-negara Islam  maupun negara-negara lainnya selalu menarik perhatian penonton JIFFest.</p>
<p>Tahun lalu, kami menggelar sebuah seksi khusus  pemutaran film-film bertema Islam. Tahun ini, dengan bangga kami  mempersembahkan Madani Film Festival, sebuah festival film khusus  tentang Islam dari seluruh dunia. Film-film internasional yang diputar  di festival ini adalah film-film yang mengangkat kehidupan kaum Islam di  berbagai penjuru dunia. Film-film tersebut selayaknya menambah wawasan  publik tentang sisi lain kaum Islam yang jarang diangkat oleh media.  Kami percaya bahwa melalu film, isu-isu seputar kaum Islam akan lebih  mengena di hati dan pikiran masyarakat luas.</p>
<p>Festival ini, yang diselenggarakan bersama <strong>Rumah Film</strong>,  menjadi salah satu bagian program JIFFest tahun ini. Namun kami  berencana membuatnya sebagai festival film yang berdiri sendiri tahun  depan, dengan harapan agar lebih banyak lagi penonton yang dapat  menyaksikan film-film terpilih ini.</p>
<p>Selamat datang dan selamat menyaksikan Madani Film Festival!</p>
<p>Lihat jadwal pemutaran <a href="http://new.rumahfilm.org/kabar-agenda/agenda-film/madani-2009-schedule/">di sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://new.rumahfilm.org/kabar-agenda/kabar-sebelumnya/jiffest-2009-madani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Ringgo Tidak Lagi Menjerit…</title>
		<link>http://new.rumahfilm.org/kabar-agenda/ketika-ringgo-tidak-lagi-menjerit%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://new.rumahfilm.org/kabar-agenda/ketika-ringgo-tidak-lagi-menjerit%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 09:19:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ifan Adriansyah Ismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Sebelumnya]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar-Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Monty Tiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://new.rumahfilm.org/?p=745</guid>
		<description><![CDATA[…adalah ketika dia tampil dalam film terbaru Monty Tiwa, Kalau Cinta Jangan Cengeng (Cengeng). Ya, ketika peran-peran Ringgo Agus Rahman nyaris mencapai titik typecast, kali ini ia tampil melawan arus: berperan dalam drama serius. Kali ini, jangan harap Anda akan mendengar jeritan kalut yang sudah jadi ciri khas akting Ringgo di film-film komedi sebelumnya. Cengeng [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="caps"><img class="alignleft" src="http://old.rumahfilm.org/images_1/cintacengeng.jpg" alt="" width="250" height="358" />…adalah ketika dia tampil dalam film terbaru Monty Tiwa, <em>Kalau Cinta Jangan Cengeng (Cengeng)</em>. Ya, ketika peran-peran Ringgo Agus Rahman nyaris mencapai titik <em>typecast</em>,  kali ini ia tampil melawan arus: berperan dalam drama serius. Kali ini,  jangan harap Anda akan mendengar jeritan kalut yang sudah jadi ciri  khas akting Ringgo di film-film komedi sebelumnya.<span id="more-745"></span></p>
<p><em>Cengeng</em> bercerita tentang seorang selebriti  bernama Boy (Ringgo) yang berusaha menebus masa lalunya sebagai pengguna  narkoba. Saat itu, ia menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa  keluarga seorang gadis bernama Yani (Marshanda). Ketika Boy yang kini  telah bertobat bertemu Yani, cerita mulai bergerak maju. Di satu sisi  ada Boy yang telah berhenti ‘memakai’ dan berkhotbah tentang buruknya  narkoba. Di sisi lain, ada Yani yang berubah jadi ‘pemakai’, tapi pada  prinsipnya dia adalah korban kelakuan Boy di masa lalu. Di sinilah Boy  mulai berkonflik, terutama dengan dirinya sendiri.</p>
<p>Monty Tiwa mengakui bahwa ada unsur personal dalam  filmnya kali ini. Kisahnya dicampur dari pengalaman pribadi di  sekitarnya. Tapi ia seakan mewanti-wanti. “Film yang personal  kemungkinannya ada dua. Kalau <em>nggak</em> bagus <em>banget </em>ya jelek <em>banget</em>,”  ujarnya. Film yang personal memang membutuhkan penggarapan yang peka.  Salah penanganan sedikit saja, ceritanya dalam bahaya terjerumus ke  perangkap racauan pribadi yang alih-alih menimbulkan empati, malah  menjauhkan penonton.</p>
<p>Membesut film dramanya yang pertama, Monty mengaku  terbebani. Bahkan otoritasnya sebagai pengambil keputusan terganggu oleh  kekagumannya sendiri terhadap dua penulis skenarionya, Sinar Ayu Massie  dan Titien Wattimena. Proses bongkar pasang alur cerita kerap terjadi  karena “terlalu banyak yang bagus”.</p>
<p>Di sinilah tampaknya ketidaktegasan Monty berakibat  fatal. Subplot cerita yang melibatkan Ahmad (Dwi Sasono) tergarap hanya  sampai di tengah jalan, dan malah menimbulkan problem baru yang tak  terselesaikan di layar. Selain itu, momen-momen dramatis juga tersebar  di beberapa tempat yang tak perlu, sehingga bila digrafikkan, dramatika  kisahnya sebetulnya datar, dengan geronjalan di sana-sini.</p>
<p>Dan Monty memang tak mengelak. “Gua ini sutradara plin-plan,” katanya. Ketika disinggung tentang kesuksesannya menyutradarai <em>Maaf, Saya Menghamili Istri Anda </em>(<em>Maaf</em>),  Monty mengatakan bahwa menyutradari komedi bisa dilakukannya tanpa  beban. Bahkan, meskipun dia mengaku melanggar semua prinsip-prinsip  dasar sinematografi, <em>Maaf </em>dibuat dengan santai dan jujur. Terbukti, khalayak menerima.</p>
<p>Eksperimen Monty dalam drama kali ini tampaknya  memang berat. Lalu adakah hubungannya dengan keputusan untuk menggunakan  aktor-aktor di luar peran kebiasaan mereka? “Gua <em>pengen</em> mereka  ikut merasakan penderitaan gua,” katanya setengah bercanda. Baginya,  memang sulit untuk mengeluarkan aktor-aktor yang perannya sudah tipikal  menjadi sesuatu yang lain. Hal itu sangat terasa pada Marshanda, yang  terbiasa dengan peran-peran baik hati di sinetron. Bahkan dalam perannya  di film ini, masih terlihat jelas sisa doktrin akting a la sinetron,  bahwa akting bagus itu berarti berteriak.</p>
<p>Menempatkan Agus Ringgo dan Marshanda di dalam peran  yang tidak biasa bisa dibilang eksperimen yang berani. Namun, masih  perlu dipertanyakan lagi, adakah keputusan itu tidak justru memperberat  beban film yang bahkan sudah menanggung beban pesan anti-narkoba ini?</p>
<p>Pada akhirnya, yang mungkin akan menggelitik calon  penonton adalah fakta bahwa aktor-aktornya memainkan peran yang tidak  biasa. Apakah ini menjadi eksperimen yang berharga, atau hanya menjadi  bahan obrolan infotainment minggu ini, waktu akan membuktikan. Yang  jelas, film ini menjadi tonggak ketika Ringgo tidak lagi berteriak,  sementara Marshanda masih saja berteriak.</p>
<p>Semoga tidak perlu menyisakan Monty Tiwa dan penonton yang terpekur bengong menyaksikan mereka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://new.rumahfilm.org/kabar-agenda/ketika-ringgo-tidak-lagi-menjerit%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Candil Seuriues: Komedi itu Susah</title>
		<link>http://new.rumahfilm.org/kabar-agenda/candil-seuriues-komedi-itu-susah/</link>
		<comments>http://new.rumahfilm.org/kabar-agenda/candil-seuriues-komedi-itu-susah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 09:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekky Imanjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Sebelumnya]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar-Agenda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://new.rumahfilm.org/?p=748</guid>
		<description><![CDATA[Rocker Candil dan komedi ibarat perangko dan amplop, tak terpisahkan. Di dunia musik, bersama Seurieus, ia sudah menunjukkan semangat humor nan tinggi sejak 1993. Bagaimana dengan dunia film? Setelah menjadi cameo di Tabrix Jabrix dan Asoy Geboy, mantan vokalis Seuriues itu kebagian peran pembantu di film terbaru karya Cassandra Massardi, Kawin Laris.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="caps"><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 555px"><img src="http://old.rumahfilm.org/images_1/kawinlaris.jpg" alt="" width="545" height="362" /><p class="wp-caption-text">Kawin Laris</p></div></p>
<p>Rocker Candil dan komedi ibarat perangko dan amplop,  tak terpisahkan. Di dunia musik, bersama Seurieus, ia sudah menunjukkan  semangat humor nan tinggi sejak 1993. Bagaimana dengan  dunia film?  Setelah menjadi cameo di <em>Tabrix Jabrix </em>dan <em>Asoy Geboy</em>, mantan vokalis Seuriues itu kebagian peran pembantu di film terbaru karya Cassandra Massardi, <em>Kawin Laris</em>.<span id="more-748"></span></p>
<p>“Saya berperan sebagai Mamud, asisten penghulu Deon  yang diperankan Vincent Club 80s” ungkapnya kepada Rumahfilm.org. Ia  kebagian peran dalam kelompok penghulu korup, melawan penghulu lurus  dalam memperebutkan seorang klien calon presiden anak seorang jendral  (Udjo) yang akan menikah dengan artis terkenal (Nana Mirdad).</p>
<p>Candil menyatakan, ia menerima peran itu karena  kebagian peran gila-gilaan di sana, cocok dengan karakternya. “Jangan  kasih peran yang jaim atau sedih deh,” tuturnya. Walau begitu,  menurutnya, genre komedi itu susah, “karena apa yang kita anggap lucu,  belum tentu dirasakan lucu juga oleh orang lain,” katanya. Ia  mencontohkan video klip Seurieus yang dianggap cupu oleh beberapa orang  karena selera humor yang berbeda.</p>
<p>Dalam dunia komedi, Candil sangat menggemari Stephen Chow, khususnya di <em>Kungfu Hustle</em> dan <em>Hail the Judge.</em> Karena itu, di film yang mempertanyakan lembaga perkawinan itu, ia  menyontoh akting Chow yang banyak slapsticknya itu. “Tapi berat juga  mengikuti aktingnya”. Tapi, dalam beberapa gerakan komikal, seperti  ekspresi wajah yang terkejut, pemeran bencong dalam <em>Tarix Jabrix</em> itu mengaku mengambilnya dari Chow.  (Ekky Imanjaya)</p>
<p>Kredit foto: istimewa</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://new.rumahfilm.org/kabar-agenda/candil-seuriues-komedi-itu-susah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

