
still photo dari situs UNSW@ADFA - School of Humanities and Social Sciences
Lewat heboh film Balibo, tampaknya orang Indonesia dipaksa mencicipi bagaimana rasanya jadi obyek tudingan; jadi korban sebuah peruntuhan nama baik di ranah budaya pop. SELENGKAPNYA »

Balibo
Film produksi Australia, Balibo (Sutradara: Robert Connolly, 2009), menyentuh daerah gelap sejarah kita. Perlukah pemerintah kita melarangnya? SELENGKAPNYA »

Laskar Pelangi
“Laskar Pelangi represents the other side of Indonesia. And it seems that our spectators had missed that kind of otherness” producer Mira Lesmana says. Why and how does the dynamic trio Riri Riza-Mira Lesmana-Salman Aristo (director, producer, scriptwriter, respectively) successfully depict Belitong in Laskar Pelangi (Rainbow Warrior)? I will elaborate it through two keywords: mental landscape and neorealist elements. SELENGKAPNYA »
Wahai muridku, kamu bertanya: Apakah itu PERJUANGAN?
Apakah ianya berbaris mengibar bendera? Melaungkan deklamasi? Atau berdemonstrasi? Atau pun reformasi?
Kamu keliru. Aku tidak salahkan kamu. Hari ini banyak perkara yang mengelirukan. Media dan politikus mungkin lebih keliru dari kamu.
Alihkan pandanganmu. Lihatlah butiran bintang di langit biru. Pandanglah kepada mereka – manusia seni, manusia yang bergelar pengkarya. Masihkah kamu keliru? SELENGKAPNYA »

Di JAFF 2008 ini, sekali lagi saya menonton Kantata Takwa pada malam pembukaan. Tadinya saya berniat melewatkan saja pemutaran Kantata di festival ini karena saya sudah pernah menontonnya dalam pertunjukan khusus di Ruang Sjuman, Institut Kesenian Jakarta bulan April lalu, dan saya sudah menuliskannya untuk Rumah Film. Namun karena belum ada kegiatan lain yang bisa diikuti di festival ini, saya pun duduk di gedung pertunjukan di Taman Budaya Yogyakarta menonton film itu sekali lagi. SELENGKAPNYA »

Nevertheless, I know it’s him. I’ve heard about him as long as I could remember. A story about him floats in the air, since long before I was born. He has evolved through time, spread by word of mouth, and survived through many talented storytellers. The folktale reveals that he is one of the great villains who will be reincarnated someday as the agent of chaos. SELENGKAPNYA »
Situs RumahFilm.Org dioperasikan dan dikelola oleh Rumah Film Indonesia, perhimpunan yang bergerak memajukan kajian dan telaah yang berkait dengan film Indonesia. Di situs ini, Anda akan menemukan kabar terkini di seputar Industri film Indonesia, gallery foto, trivia, profile bioskop, review film-film Indonesia (dan dunia) terbaru, juga kajian dan riset mendalam tentang film Indonesia.
SELENGKAPNYA »Kritik, saran, sumbangan artikel dan tulisan lain hubungi: redaksi@rumahfilm.org
Alamat Redaksi:
Jalan Puskesmas No. 99 Jakarta 13880 Indonesia
Telp. +62-81399321808
