Hikmat Darmawan
Selain pengamat film dan kritikus, Hikmat juga dikenal sebagai seorang pengamat komik dan budaya pop lainnya. Hikmat mendapat Asian Public Intellectual (API) fellowship periode 2010-2011 untuk melakukan penelitian di 3 negara: Jepang, Thailand dan Indonesia. Topik yang ditelitinya adalah identitas nasional pada gambar komik di ketiga negara tersebut. Selagi dalam perjalanan, Hikmat berkesempatan melahirkan banyak tulisan yang akan segera diterbitkannya dalam bentuk buku, termasuk amatannya mengenai film Indonesia.
Contact: hikmat.darmawan@rumahfilm.org • Follow: @hikmatdarmawan
Semua posting dari Hikmat Darmawan
Pesta telah usai. Saatnya untuk serius. Sudah tak lagi masanya [...]
Pertama, sebuah pengakuan. Saya memasuki 2011 dengan rasa bosan setengah mati pada film. Rasa bosan ini sudah saya idap sejak pertengahan 2010-an. Seperti tak ada lagi yang saya tunggu dalam perfilman. Tak ada lagi yang bisa saya harap menggetarkan, kecuali sedikit –dan itu pun tak membuat saya ingin memburunya. Saya rasa, saya tak pernah kehilangan cinta saya pada film, tapi saya rasa, saya sedang berada di fase pasif dalam mencintai film.
Pada akhir 2011, salah satu redaktur RumahFilm, Hikmat Darmawan, ketiban pulung ditunjuk oleh Ketua Dewan Juri Festival Film Indonesia (FFI) 2011, Totot Indrarto, untuk menjadi Ketua Dewan Juri Film Bioskop FFI 2011. Daripada ngenes tak keruan, Hikmat merasa lebih baik memperlakukan ini sebagai sebuah petualangan menelusuri film nasional 2011. Mau tak mau, terbit beberapa catatan dari pengalaman tersebut, yang disajikan dalam tiga bagian. Inilah bagian kedua catatan itu.
Pada akhir 2011, salah satu redaktur RumahFilm, Hikmat Darmawan, ketiban pulung ditunjuk oleh Ketua Dewan Juri Festival Film Indonesia (FFI) 2011, Totot Indrarto, untuk menjadi Ketua Dewan Juri Film Bioskop FFI 2011. Daripada ngenes tak keruan, Hikmat merasa lebih baik memperlakukan ini sebagai sebuah petualangan menelusuri film nasional 2011. Mau tak mau, terbit beberapa catatan dari pengalaman tersebut, yang disajikan dalam tiga bagian berikut ini. Bagian pertama, catatan yang mewakili pandangan para juri setelah menyaksikan 16 film yang mendapatkan nominasi. Bagian kedua, pandangan pribadi Hikmat terhadap proses penjurian. Bagian ketiga, pandangan pribadi atas pemandangan film nasional, ditambah pilihan film-film (panjang) Indonesia terbaik 2011 menurut Hikmat sejauh yang ia amati.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis vestibulum, [...]
Daftar film semacam ini adalah main-main yang menyenangkan. Tapi daftar juga bisa lebih serius. Daftar, kata ahli semiotik dan novelis Umberto Eco, adalah asal-usul kebudayaan. Melalui daftar, kita menolak membiarkan kebudayaan mati begitu saja. Melalui daftar dan perluasannya seperti katalog, koleksi di museum dan ensikolopedi, kita berusaha memahami apa yang tak terpahami.
Dan untuk memahami dunia abad keduapuluh satu yang kita tinggali sekarang ini, kami di Rumah Film memutuskan membuat daftar 100 film yang kami anggap paling hebat di dekade 2000-2009, dekade pertama milenium ini. Daftar ini juga sebuah perayaan kecil-kecilan kami terhadap film, medium yang kami anggap memberi kami banyak hal dalam hidup. Daftar ini juga catatan bagi hal-hal yang kami anggap penting pada dekade yang telah lewat. Disusun secara alfabetis, pertanggungjawaban pemilihan juga kami sertakan. Selamat menikmati.