
Redaktur Rumah Film, Eric Sasono, diundang ke Jeonju, Korea Selatan, untuk menjadi juri di Jeonju International Film Festival (JIFF) yang diselenggarakan dari tanggal 29 April hingga 7 Mei 2010. Ia menurunkan beberapa tulisan dari festival ini, termasuk pengalamannya menonton film-film Korea Selatan yang dikompetisikan dalam festival tersebut.
Pengalaman berfestival di Jeonju ini cukup berkesan bagi Eric terutama karena programming festival film ini tergolong berani. JIFF berfokus pada film independen dan eksperimental. Mereka memberi tempat bagi film-film dengan kekisahan rumit dan menantang batas-batas sinema. Anehnya – atau karena itu – festival ini demikian ramai oleh penonton, dan kebanyakan dari mereka adalah kalangan muda. Silakan cerna fakta ini: jumlah penduduk kota Jeonju sekitar 630 ribu orang, dan selama JIFF berlangsung, jumlah tiket terjual lebih dari 50 ribu tiket!
Simak catatannya dalam tulisan-tulisan berikut:
» Catatan I: Festival buat Penonton?
» Catatan II: Rumah bagi Sinema Obskur
» Catatan III: Fokus dan Revolusi
» Catatan IV: Bakat Baru Film Korea












