ARTIKEL FEATURE

The Last Decade of Indonesian Films: Is it voiceless? Or is it being lost in voicing Indonesia?

Krisnadi Yuliawan, our editor-in-chief, took notes on the important changes after May 1998 as well as raised some significant questions: do Indonesian films reflect the chances and instability?

Festival De Cannes 2012: Retro Ala Wes Hingga Tahrir Square (lagi)

ARTIKEL FEATURE

Festival De Cannes 2012: Retro Ala Wes Hingga Tahrir Square (lagi)

Pengalaman Asmayani Kusrini menonton dua film dalam seksi kompetisi di Festival Film Cannes. Jangan lewatkan!

Festival De Cannes 2012: Scene From TGV Carriage no 5 Direction Cannes

ARTIKEL FEATURE

Festival De Cannes 2012: Scene From TGV Carriage no 5 Direction Cannes

Welcome to Festival De Cannes 2012. Bon festival à tous! Redaktur kami Asmayani Kusrini melaporkan.

SHAME: Seks, New York dan Keluarga Yang Asing

ARTIKEL FEATURE

SHAME: Seks, New York dan Keluarga Yang Asing

Siapa yang bisa dan berhak menentukan standar seks yang baik dan normal?

Imagining ‘Indonesia’:  Ethnic Chinese film producers in pre-independence cinema

ARTIKEL FEATURE

Imagining ‘Indonesia’: Ethnic Chinese film producers in pre-independence cinema

Indonesian-Chinese filmmakers has helped the Indonesian in imagining 'Indonesia' before the 1950's "film nasional" appeared. An article by Thomar Barker and Charlotte Setijadi-Dunn discuss about possibility of redefining the idea ...

Kamis,17 Mei 2012

Artikel-Feature Subscribe

Festival De Cannes 2012: Retro Ala Wes Hingga Tahrir Square (lagi)

Festival De Cannes 2012: Retro Ala Wes Hingga Tahrir Square (lagi)
17.05.2012

Festival Film Cannes ke 65 akhirnya dibuka semalam. Red carpet dilewati oleh tim Moonrise Kingdom yang terdiri dari Wes Anderson, Bruce Willis, Edward Norton, Bill Murray, Tilda Swinton, Jason Schwartzman plus dua bintang utama cilik Jared Gilman dan Kara Hayward. Tulisan ini dibuat sambil menonton mereka menapaki karpet merah.

16.05.2012

Welcome to Festival De Cannes 2012. Bon festival à tous! Redaktur kami Asmayani Kusrini melaporkan.

Arsip artikel-feature »

Resensi Subscribe

SHAME: Seks, New York dan Keluarga Yang Asing

SHAME: Seks, New York dan Keluarga Yang Asing
14.03.2012

Dan bagaimanakah seks yang normal itu? Siapa yang bisa dan berhak menentukan standar seks yang baik dan normal? Atau mungkin lebih gampang, bagaimanakah seks yang baik yang sesuai dengan standar moral yang ditetapkan masyarakat?

05.12.2011

Is it another absurd movie by a crazy Denmark director? Is it a fantastic movie about the end of the world? Is it a feminist movie? Is it a psychological movie?

Arsip resensi »

Wawancara Subscribe

Catatan VII Festival Film Cannes ke-64: Dongeng Naif dari Dunia Nadine Labaki

Catatan VII Festival Film Cannes ke-64: Dongeng Naif dari Dunia Nadine Labaki
25.05.2011

Saat di Cannes, Asmayani Kusrini sempat berbincang dengan Nadine Labaki, seorang perempuan sutradara Lebanon yang membuat sebuah film tentang konflik agama di negaranya. Rini terkesan dengan pendekatan Nadine yang mengajukan dongeng yang naif. Kenapa pendekatan naif seperti itu dipakai untuk membincangkan soal keagamaan dan kebangsaan begitu rupa?

22.05.2011

Kebebasan masihlah sebuah kata yang ilusif, di beberapa tempat. Di Iran, misalnya, kata itu jadi terasa mahal bagi beberapa sutradara dan aktivis yang berseberangan dengan pemerintah. Jafar Panahi, sutradara yang telah ikut mengharumkan nama Iran di pentas sinema dunia, kini dilarang membuat film oleh pemerintahnya. Para pencinta film di seantero dunia, bertanya-tanya, bagaimana nasibnya. In Film Nist (This Is Not Film) menjawab tanya itu, tapi juga menerbitkan berbagai pertanyaan menarik. Ini film yang boleh dibilang salah satu film politik terpenting tahun ini di Cannes, dibuat oleh Mojtaba Mirtahmasb yang sebetulnya hendak membuat dokumenter, dan terasa seperti film komedi. Film itu bergerak dalam berbagai kecemasan, Negara bisa menyergap setiap saat, tapi justru menghasilkan permainan-permainan konseptual. Redaktur RumahFilm Asmayani Kusrini menemui Mojtaba seusai pemutaran perdananya yang, menurut Mojtaba, telah melalui proses mendebarkan, di Palais Du Cinema, Cannes. Rini juga sempat menyaksikan laporan Mojtaba secara online tentang pemutaran perdana itu pada Jafar Panahi, nun di Iran sana. Obrolan dengan Mojtaba ini bisa jadi cermin tentang makna kebebasan kita sendiri, dalam hal pembuatan film, di Indonesia.

Arsip wawancara »
banner

Twitter @rumahfilmorg

Tentang rumahfilm.org

Situs RumahFilm.Org dioperasikan dan dikelola oleh Rumah Film Indonesia, perhimpunan yang bergerak memajukan kajian dan telaah yang berkait dengan film Indonesia. Di situs ini, Anda akan menemukan kabar terkini di seputar Industri film Indonesia, gallery foto, trivia, profile bioskop, review film-film Indonesia (dan dunia) terbaru, juga kajian dan riset mendalam tentang film Indonesia.

SELENGKAPNYA »

ALAMAT KONTAK

Kritik, saran, sumbangan artikel dan tulisan lain hubungi: redaksi@rumahfilm.org

Alamat Redaksi:
Jalan Puskesmas No. 99 Jakarta 13880 Indonesia
Telp. +62-81399321808