Catatan Film Indonesia 2011 (2): Pada Mulanya, dan Pada Akhirnya, Proses

ARTIKEL FEATURE

Catatan Film Indonesia 2011 (2): Pada Mulanya, dan Pada Akhirnya, Proses

Catatan Film Indonesia 2011 dari kacamata Hikmat Darmawan selaku Ketua Juri FFI 2011, bagian kedua.

Catatan Film Indonesia 2011 (1): Beban, Potensi, Aktualisasi Film Nasional 2011

ARTIKEL FEATURE

Catatan Film Indonesia 2011 (1): Beban, Potensi, Aktualisasi Film Nasional 2011

Catatan Film Indonesia 2011 dari kacamata Hikmat Darmawan selaku Ketua Juri FFI 2011, bagian pertama.

Mencatat Film Tahun 2011

ARTIKEL FEATURE

Mencatat Film Tahun 2011

Catatan film Indonesia sepanjang tahun 2011, dan delapan film yang menyolok, di tengah lesunya bisnis film.

Refleksi Akhir Tahun: Membaca (Sinema) Indonesia dari Banda Aceh

ARTIKEL FEATURE

Refleksi Akhir Tahun: Membaca (Sinema) Indonesia dari Banda Aceh

Festival film Arab di Banda Aceh? Inilah sepenggal Indonesia yang lain, dan Ekky mengajak kita menengoknya dalam sebuah kunjungan singkat.

Melancholia

ARTIKEL FEATURE

Melancholia

Is it another absurd movie by a crazy Denmark director? Is it a fantastic movie about the end of the world? Is it a feminist movie? Is it a psychological ...

Minggu,29 Januari 2012

Artikel-Feature Subscribe

Catatan Film Indonesia 2011 (3): Mencoba Memahami Indonesia Lagi

Catatan Film Indonesia 2011 (3): Mencoba Memahami Indonesia Lagi
20.01.2012

Pertama, sebuah pengakuan. Saya memasuki 2011 dengan rasa bosan setengah mati pada film. Rasa bosan ini sudah saya idap sejak pertengahan 2010-an. Seperti tak ada lagi yang saya tunggu dalam perfilman. Tak ada lagi yang bisa saya harap menggetarkan, kecuali sedikit –dan itu pun tak membuat saya ingin memburunya. Saya rasa, saya tak pernah kehilangan [...]

11.01.2012

Pada akhir 2011, salah satu redaktur RumahFilm, Hikmat Darmawan, ketiban pulung ditunjuk oleh Ketua Dewan Juri Festival Film Indonesia (FFI) 2011, Totot Indrarto, untuk menjadi Ketua Dewan Juri Film Bioskop FFI 2011. Daripada ngenes tak keruan, Hikmat merasa lebih baik memperlakukan ini sebagai sebuah petualangan menelusuri film nasional 2011. Mau tak mau, terbit beberapa catatan dari pengalaman tersebut, yang disajikan dalam tiga bagian berikut ini. Bagian pertama, catatan yang mewakili pandangan para juri setelah menyaksikan 16 film yang mendapatkan nominasi. Bagian kedua, pandangan pribadi Hikmat terhadap proses penjurian. Bagian ketiga, pandangan pribadi atas pemandangan film nasional, ditambah pilihan film-film (panjang) Indonesia terbaik 2011 menurut Hikmat sejauh yang ia amati.

Arsip artikel-feature »

Resensi Subscribe

Mereka yang Menolak untuk Menjadi Korban: Perihal dr. Kartini SpOk dan Percakapan di Ruang Melati

Mereka yang Menolak untuk Menjadi Korban: Perihal dr. Kartini SpOk dan Percakapan di Ruang Melati
23.12.2011

Perempuan itu banyak wajahnya dan seolah masalahnya tak ada habisnya: wanita karir, pelacur yang terkena kanker rahim, pelajar SMP yang hamil, ibu rumah tangga yang gendut dan belum punya anak, dan yang sering terdengar: istri yang mendapatkan perlakuan kasar dan zalim suaminya. Film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita bercerita tentang para wanita dengan problematikanya yang khas: karena mereka mempunyai rahim, dan karenanya punya peran reproduksi. Para karakter di atas ditangani seorang dokter perempuan.
Redaktur Rumah Film Ekky Imanjaya mengulas film ini dengan menggarisbawahi upaya sang sutradaranya untuk mengubah paradigma kasus gender: dari “korban” menjadi “survivor”. Mereka berupaya melepaskan diri dari kungkungan Bapakisme dan State Ibuism, dua istilah ideologis Orde Baru. Dan kami mengunggahnya di Hari Ibu, ketika seluruh bangsa Indonesia merayakan serta merenungi gerakan perempuan, dan profesi termulia di muka bumi: Ibu.

05.12.2011

Is it another absurd movie by a crazy Denmark director? Is it a fantastic movie about the end of the world? Is it a feminist movie? Is it a psychological movie?

Arsip resensi »

Wawancara Subscribe

Catatan VII Festival Film Cannes ke-64: Dongeng Naif dari Dunia Nadine Labaki

Catatan VII Festival Film Cannes ke-64: Dongeng Naif dari Dunia Nadine Labaki
25.05.2011

Saat di Cannes, Asmayani Kusrini sempat berbincang dengan Nadine Labaki, seorang perempuan sutradara Lebanon yang membuat sebuah film tentang konflik agama di negaranya. Rini terkesan dengan pendekatan Nadine yang mengajukan dongeng yang naif. Kenapa pendekatan naif seperti itu dipakai untuk membincangkan soal keagamaan dan kebangsaan begitu rupa?

22.05.2011

Kebebasan masihlah sebuah kata yang ilusif, di beberapa tempat. Di Iran, misalnya, kata itu jadi terasa mahal bagi beberapa sutradara dan aktivis yang berseberangan dengan pemerintah. Jafar Panahi, sutradara yang telah ikut mengharumkan nama Iran di pentas sinema dunia, kini dilarang membuat film oleh pemerintahnya. Para pencinta film di seantero dunia, bertanya-tanya, bagaimana nasibnya. In Film Nist (This Is Not Film) menjawab tanya itu, tapi juga menerbitkan berbagai pertanyaan menarik. Ini film yang boleh dibilang salah satu film politik terpenting tahun ini di Cannes, dibuat oleh Mojtaba Mirtahmasb yang sebetulnya hendak membuat dokumenter, dan terasa seperti film komedi. Film itu bergerak dalam berbagai kecemasan, Negara bisa menyergap setiap saat, tapi justru menghasilkan permainan-permainan konseptual. Redaktur RumahFilm Asmayani Kusrini menemui Mojtaba seusai pemutaran perdananya yang, menurut Mojtaba, telah melalui proses mendebarkan, di Palais Du Cinema, Cannes. Rini juga sempat menyaksikan laporan Mojtaba secara online tentang pemutaran perdana itu pada Jafar Panahi, nun di Iran sana. Obrolan dengan Mojtaba ini bisa jadi cermin tentang makna kebebasan kita sendiri, dalam hal pembuatan film, di Indonesia.

Arsip wawancara »
banner

Twitter @rumahfilmorg

Tentang rumahfilm.org

Situs RumahFilm.Org dioperasikan dan dikelola oleh Rumah Film Indonesia, perhimpunan yang bergerak memajukan kajian dan telaah yang berkait dengan film Indonesia. Di situs ini, Anda akan menemukan kabar terkini di seputar Industri film Indonesia, gallery foto, trivia, profile bioskop, review film-film Indonesia (dan dunia) terbaru, juga kajian dan riset mendalam tentang film Indonesia.

SELENGKAPNYA »

ALAMAT KONTAK

Kritik, saran, sumbangan artikel dan tulisan lain hubungi: redaksi@rumahfilm.org

Alamat Redaksi:
Jalan Puskesmas No. 99 Jakarta 13880 Indonesia
Telp. +62-81399321808